Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Akrabnya Anggota TNI Saat Latihan

Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Akrabnya Anggota TNI Saat Latihan. (Tribunnews.com)Sebanyak 523 personel prajurit TNI dari 3 matra (TNI AD, TNI AL dan TNI AU) itu berkumpul dalam rangka mengikuti latihan bersama dalam rangka persiapan tugas sebagai “Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012”. Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com. Prajurit TNI berbaret merah, ungu, jingga, hijau, biru, dan hitam, akan mengikuti Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang akan dilaksanakan di wilayah Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur, mulai awal April hingga 17 Juli mendatang.
Latihan bersama dalam rangka persiapan tugas sebagai “Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012” berlangsung di kawasan Situlembang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/3/2012). Di sejumlah foto terlihat para prajurit TNI dari berbagai warna baret akrab satu sama lain.
Kegiatan yang bertajuk “Lestarikan Alam Indonesia” itu juga diikuti Menwa, Wanadri dan para perwakilan Mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di Indonesia.
Sementara itu, latihan yang digelar di perbukitan yang memiliki suhu udara tidak menentu itu, berlangsung 20 Maret hingga 1 April 2012. Pembukaannya telah dipimpin Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Wisnu Bawa Tanaya selaku Komandan Ekspedisi Khatulistiwa 2012.
Tujuan dari hajat akbar itu antara lain : pertama, untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri tempur di perbatasan, gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai (rawa, laut sungai dan pantai). Kedua, untuk membangkitkan kesadaran teritorial sehingga dikelola menjadi keunggulan teritorial. Ketiga, mendata serta meneliti segala potensi di perbatasan gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai di pedalaman Kalimantan bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya sebagai sumbangsih TNI kepada pemerintah. Selain itu, kegiatan berskala nasional itu juga bertujuan untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program Green, Clean, and Healthy.
Sementara itu, sasaran dari kegiatan bergengsi itu antara lain: pertama, demi terpeliharanya naluri tempur prajurit di perbatasan, hutan, gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai, dikuasainya medan di perbatasan dan pedalaman Kalimantan. Kedua, demi terwujudnya jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa. Ketiga, demi terdatanya patok perbatasan, kerusakan hutan, segala potensi bencana dan geologi, flora fauna khususnya penyelamatan orang utan dan sosial budaya di perbatasan Kalimantan. Selain itu juga demi terwujudnya rasa cinta tanah air dan terpeliharanya persahabatan dunia dengan terpeliharanya kelestarian alam di perbatasan dan pedalaman Kalimantan.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012, terdiri dari Tim Khusus (Timsus) yang akan bertugas menjelajahi perbatasan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur sepanjang kurang lebih 2000 km yang ditempuh dengan berjalan kaki, serta menyusuri rawa, laut sungai dan pantai (Ralasuntai) sepanjang kurang lebih 6000 km dengan menggunakan perahu karet.
Selain Timsus, masih ada beberapa tim yang dibagi menjadi 2 sektor, yakni sektor barat dan sektor timur, yang masing-masing dibagi lagi menjadi 2 Korwil. Untuk sektor barat, terdiri dari Korwil Kalbar dan Korwil Kalteng. Sedangkan sektor timur, terdiri dari Korwil Kalsel dan Korwil Kaltim.
Dari dua sektor tersebut, selain terbagi menjadi dari 2 Korwil juga dibagi lagi menjadi 8 Sub Korwil, yakni: Sub Korwil Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu, Murung Raya, Nunukan, Malinau, Kutai Barat, dan Sub Korwil Berabai.
Menyoal Sub Korwil Nunukan, Sub Korwil ke 5 yang dikomandani Letkol Inf Heri Setia yang sehari-hari menjabat sebagai Dan Dim 0911/Nunukan, dengan Wadan Sub Korwilnya Mayor Infanteri Achirudin (Pamen Kopassus) itu terdiri dari: unsur Komando dan Pengendali (Kodal), tim penjelajah, tim peneliti yang dibagi lagi menjadi 4 Unit, yakni Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam dan Unit Sosial Budaya. Selain itu, masih ada satu tim lagi bernama tim Komunikasi Sosial, dan tim ahli / peneliti yang berasal dari Menwa, Wanadri, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Latihan Ilmu Medan


Asyik bercengkrama