Ekspedisi Sulawesi NKRI Petakan Spesies Flora Fauna

Ekspedisi Sulawesi NKRI Petakan Spesies Flora Fauna. (Kompas,Bandung Barat, Situ Lembang)- Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi dimulai Kamis (7/3/2013). Ekspedisi itu bakal mempertemukan peneliti, mahasiswa, tentara, dan polisi selama empat bulan di seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Selain meneliti keanekaragaman hayati, termasuk mencari spesies baru flora dan fauna, ekspedisi juga mendatangi wilayah perbatasan ataupun terpencil.
Ekspedisi NKRI
"Hasilnya nanti berupa penelitian keanekaragaman hayati, seperti ekspedisi sebelumnya," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo pada penutupan latihan dan pembekalan peserta di Situ Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kemarin. Sebelum Ekspedisi NKRI, TNI menggelar Ekspedisi Bukit Barisan tahun 2011 untuk menjelajahi Pulau Sumatera, disusul Ekspedisi Khatulistiwa pada tahun 2012 yang menjelajahi Pulau Kalimantan.
Peserta ekspedisi kali ini 1.433 orang dengan proporsi mahasiswa yang terus bertambah. Pada ekspedisi 2011, terlibat 50 mahasiswa, lalu menjadi 100 mahasiswa tahun 2012. Kini, terdapat 200 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Yudharta Pasuruan, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Diponegoro yang disaring dari 300 peminat.
Partisipasi mahasiswa dalam ekspedisi ini dapat dikonversi menjadi nilai, menggantikan praktik kerja lapangan atau kuliah kerja nyata.

Empat bulan

Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi berlangsung empat bulan, Maret-Juni. Ini menyasar sembilan wilayah, yakni Kepulauan Sangihe, Tondano, Bone Bolango, Sigi, Luwuk Banggai, Mamuju, Tana Toraja, Gowa, dan Kolaka. Bagi prajurit TNI, ekspedisi itu berupa jelajah gunung, pantai, rawa, dan sungai.
Bagi akademisi dan peneliti, ekspedisi ini menjadi kesempatan memetakan keanekaragaman hayati di Pulau Sulawesi, mulai flora hingga fauna, termasuk daerah bencana alam.
Dekan Fakultas Biologi UGM Suwarno Hadi Susanto menyebut, kegiatan ini perlu dilanjutkan. Mahasiswa menerima manfaat langsung berupa bahan penelitian.
Salah satu hasil Ekspedisi Bukit Barisan adalah temuan sembilan bunga spesies baru. Tiga di antaranya sudah mendapat pengakuan internasional.