Jemaah Haji Pulang TanahAir

MEKKAH, (Sabtu, 20 November 2010)- Lebih dari 1.500 anggota jemaah haji dari lima kelompok terbang, Sabtu (20/11/2010) pukul 16.00 hingga pukul 17.00 waktu Arab Saudi, pulang ke Tanah Air. Mereka diperkirakan mendarat di empat bandar udara di Indonesia delapan jam hingga sembilan jam kemudian atau hari Minggu (21/11/2010) besok sekitar pukul 04.00 hingga pukul 06.00 waktu Indonesia barat dan tengah.
Sekretaris Daerah Kerja Mekkah Misi Haji Indonesia, Anif, di Mekkah, Jumat pagi waktu Arab Saudi, menyebutkan, tiga kelompok terbang itu akan tiba di Banda Aceh, Medan, dan Banjarmasin. Dua kelompok terbang lainnya mendarat di Makassar, yakni kelompok terbang UPG 1 dan UPG 2.

Wartawan Kompas Haji Agus Mulyadi melaporkan, kepulangan mereka menandai dimulainya pemulangan jemaah haji Indonesia yang termasuk dalam gelombang pertama. Sementara jemaah reguler yang termasuk dalam kelompok terbang gelombang kedua meninggalkan Mekkah untuk menuju Madinah mulai 25 November.
Anif menyebutkan, jemaah lima kelompok terbang berangkat dari Mekkah menuju Jeddah pada Sabtu pagi ini. ”Mereka langsung ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan langsung terbang ke Indonesia,” kata Anif.
Jemaah haji reguler lain selanjutnya yang hendak pulang ke Indonesia, menurut Anif, akan transit terlebih dahulu di Jeddah. Dari Mekkah, mereka tidak langsung ke Bandara King Abdul Aziz.
Rencana kepulangan awal itu, menurut jemaah kelompok terbang pertama Banda Aceh, diawali dengan pengiriman koper jemaah sejak sebelum mereka berangkat ke Arafah beberapa hari lalu. Sejak koper diberangkatkan, jemaah hanya mengandalkan pakaian yang disimpan dalam tas jinjing.
Jemaah haji plus juga mulai bersiap pulang ke Indonesia. Pada Jumat pagi, Agus Mulyadi, misalnya, bertemu dengan jemaah yang hendak melakukan tawaf wada (perpisahan). Selesai tawaf, mereka berangkat ke Jeddah. Setelah menginap semalam di kota pelabuhan itu, pada Sabtu malam mereka terbang dan dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, pada hari Minggu pagi.
Sementara itu, suasana kota Mekkah kembali semrawut. Lalu lintas kendaraan di sekitar Masjidil Haram pun kembali macet akibat banyaknya jemaah haji yang berjalan kaki memenuhi jalan.
Jemaah haji pun memadati lagi Masjidil Haram, umumnya untuk melaksanakan rukun haji berupa tawaf ifadha dan sai. Sebagian lainnya melaksanakan tawaf wada.
Kembali ramainya Mekkah dimanfaatkan para sopir mobil angkutan dengan menaikkan tarif sesuka mereka. Untuk naik bus sejauh 3 kilometer, misalnya, jemaah dimintai ongkos 15 riyal (Rp 37.500) per orang. Bahkan, ada pula sopir yang meminta 30 riyal per orang.

(Sumber: Kompas)