TNI Deklarasikan "Perang" Lawan Preman

TNI Deklarasikan "Perang" Lawan Preman.(JPPN.COM)-JAKARTA - Penyerbuan sekelompok orang ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) menjadi pembelajaran serius bagi TNI. Tak ingin terulang lagi, tentara menyatakan tak akan ragu menumpas segala bentuk premanisme.
   "Tidak boleh ada lagi ruang untuk preman dan tindakan premanisme di Indonesia," ujar Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul dalam acara rapat koordinasi perwira penerangan militer se-Indonesia di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/02).
   Menurut adik kandung politisi Ruhut Sitompul ini, tentara punya kewenangan untuk menindak premanisme. "TNI hakikatnya adalah pengayom masyarakat. Nah, sekarang warga resah, tentu kita harus bertindak dong," kata Iskandar.
   Serangan di RSPAD menewaskan dua orang. Sebanyak tujuh orang sudah diperiksa dan dinyatakan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Sebagian diantara tersangka itu sebelumnya ditangkap oleh polisi militer Kodam Jaya.
Iskandar menambahkan, untuk perkara pidana umum, TNI memang tak bisa serta merta menyidik sebab itu menjadi wewenang kepolisian. "Tapi, dalam upaya pencegahan maupun penindakan awal, kita bisa bergerak," kata laksamana dua bintang ini.
   Dia mencontohkan, dalam kasus penyerangan RSPAD, polisi militer secara pro aktif memburu dan menangkap orang-orang yang dicurigai terlibat. "Baru setelah kita periksa 1 x 24 jam kita berikan ke polisi untuk disidik lagi," kata Iskandar.
   Pengamanan di RSPAD menurut dia sebenarnya sudah berlangsung baik. "Ada petugas, ada sekuriti, itu rumah sakit juga untuk umum. Memang ada penyerangan itu tapi bukan berarti kita kecolongan," kata Iskandar.
   Prosedur pengamanan di instansi militer selalu ketat dan mempunyai tata aturan yang baku. "Tapi, dengan kejadian kemarin akan lebih kita tingkatkan lagi," kata Iskandar