Hankam Indonesia: Tentara Andalan Pemukul Reaksi Cepat

Hankam Indonesia: Tentara Andalan Pemukul Reaksi Cepat. TNI memiliki pasukan pemukul reaksi cepat disingkat PPRC, merupakan pasukan gabungan dari Tentara Nasional Indonesia matra: darat, laut dan udara, dengan batasan waktu reaksi satu kali 24 jam setelah diperintah Panglima TNI, harus sudah berada di lokasi/ daerah yang membutuhkan pengamanan dengan reaksi tindakan cepat. Pasukan gabungan pemukul ini bergerak atas keputusan pemegang otoritas politik. Penangkalan terorisme termasuk juga bagian tugas penting PPRC, baik terorisme domestik maupun internasional. Namun, tugas PPRC dibatasi masa paling lama tujuh hari untuk berada di wilayah yang terancam dan untuk menghadapi musuh.

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Tentara Nasional Indonesia (disingkat PPRC TNI) adalah pasukan gabungan Tentara Nasional Indonesia yang mempunyai batasan waktu satu kali 24 jam

Tugas operasional PPRC adalah untuk menegakkan simbol-simbol negara kesatuan Republik Indonesia. merupakan pasukan pemukul TNI untuk menghadapi kondisi kondisi darurat penting di wilayah NKRI. PPRC dibentuk dari pasukan gabungan antara TNI Angkatan Darat (TNI-AD), Angkatan Laut (TNI-AL), dan Angkatan Udara (TNI-AU), yang dibentuk sejak tahun 1985. Karena sifatnya yang siap digerakkan supercepat itu pula, maka batalion PPRC harus dari unsur lintas udara (linud) alias pasukan payung. Namun, unsur lain seperti Marinir juga mempunyai kesiapan untuk sewaktu waktu digerakkan sebagai pasukan PPRC. Secara periodik status siaga sebagai PPRC digilir antara Divisi 1 dan Divisi 2.
Oleh Panglima Divisi kemudian ditunjuk batalyon mana yang mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut. Status ini berlaku selama 2 tahun. Selama itu, batalyon yang ditunjuk terus menyiapkan diri dengan berbagai latihan, termasuk terjun massif.

PPRC TNI (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) merupakan pasukan gabung yang terdiri beberapa unsur satuan dari tiap angkatan, diantaranya :

TNI Angkatan Darat (TNI AD)
Satgasrat (Satuan Tugas Darat): Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud), komandan Brigade memegang jabatan Komandan Satgasrat.

TNI Angkatan Laut (TNI AL)
Satgasla (Satuan Tugas Laut) : Guspurla (Gugus Tempur Laut), Guskamla (Gugus Keamanan Laut) yang terdiri dari Komando Armada Barat, Tengah dan Timur yang lengkap dengan unsur laut, tim pendarat (Marinir) dan lainnya.

TNI Angkatan Udara (TNI AU)
Satgasra (Satuan Tugas Udara) yang bernama Satlakopsud (Satuan Pelaksana Operasi Udara). Dipimpin oleh Pangkoopsau I atau II secara bergantian.

(Sumber: berbagai sumber)